Batu, 23 Maret 2020 Yang tak kasat mata Disuasana mendung kota Batu, ada pilu yang sebetulnya menyeruak didada dengan kondisi saat ini. Rasanya hampir mirip beberapa tahun lalu saat gempa Di Jogjakarta. Kota yang tadinya begitu ramai dengan hiruk pikuk kampus, anak kos dan aneka ragam warung makan dari berbagai daerah, kala itu menjadi kota mati yang hening. Setiap orang, semegah apapun rumahnya tidak ada yang berani tinggal di dalamnya, mengingat masih seringnya gempa susulan. Bahkan kondisi Di Rumah Sakit, sebentar sebentar kita dibuat panik saat tiba tiba gempa bergemuruh. Kondisi yang tak jauh beda dengan saat ini. Di Jogja dulu, berbagai isu bertebaran di media sosial. Bahkan lebih sering menimbulkan keresahan di masyarakat. Salah satu berita yang santer adalah isu bahwa Pulau Jawa Tengah kemungkinan akan tenggelam. Rasanya saat itu, jika kita tidak punya Allah, betapa keresahan itu bisa membuat orang jadi gila karena terlalu memikirkan sesuatu yang tak terjangkau oleh akal...